Belajar Survei Berbuah Bakal Calon Bupati Simalungun

Awal mengenal survey pilkada pada saat tahun 2010, sebagai camat disalah satu kecamatn saya diundang untuk mendengarkan pemaparan hasil survey kondisi kabupaten Simalungun menjelang pilkada. Melihat rentetan angka data tersebut tertantang untuk mengolahnya menjadi informasi dan strategi. Karena yang dipaparkan hanya bersifat penyampaian data dan informasi. Dari sana saya mengetahui bahwa itulah batas tugas surveyor dalam pilkada. Sedangkan untuk mengolahnya lebih lanjut sudah masuk ranah konsultan politik. Dan hasilnya saya sampaikan kepada pimpinan, itulah tugas saya menyampaikan tanpa harus memastikan bahwa itu dikerjakan atau tidak walalupun itu kebenaran yang harus dijalankan.

Tidak heran jika untuk memenangkan pilkada memang berbiaya tinggi. Untuk survey saja kalau kita perkirakan sekali survey menelan biaya 200 Juta-sampai 400 juta, dengan kebutuhan kita sebutkan 3 kali tentu sudah menghabiskan biaya 600 juta – 1,2 M. Ini belum termasuk jasa konsultan jika memang diperlukan.

Mengingat hal tersebut sambil kuliah s-3 di USU tahun 2012 saya semakin mendalami tekhnik survey. Bagaimana survey dengan hasilnya yang sama dengan metode yang simple dan berbiaya murah. Akhirnya peruntungan datang di tahun 2013 pertama kali menerima job survey untuk Pemilihan Bupati Batu bara kebetulan masih tetangga kabupaten dengan Simalungun. Hasilnya ternyata cukup akurat menggambarkan bagaimana pertarungan pilkada batubara. Apalagi selisih suara antara pemenang 1 dan 2 cukup tipis hanya berkisar diangka 1.800an suara. 

Atas rekomendasi dari teman dibatu bara, saya juga kembali dipercaya untuk survey untuk pemilihan legislative anggota DPR-RI dapil SUMUT III yang meliputi 10 Kabupaten Kota mulai dari langkat, Binjai, Tanah Karo, dairi, Pak Pak Barat, Simalungun, Pematangsiantar, Batu Bara, Asahan dan Tanjung balai. Hasilnya juga cukup akurat 10 anggota DPR-RI yang terpilih dapat terprediksi dengan cukup baik. Pada Tahun 2014 ini malah saya juga memegang survey salah satu balon walikota Pematangsiantar. Itulah tiga pengalaman survey yang telah dilakukan. Dengan motto survey: Harga Lokal Kualitas Nasional saya justeru tidak memasang tarif yang pasti jauh dibawah daripada anggaka umumnya biaya survey.
Belajar Survei Berbuah Bakal Calon Bupati Simalungun pilkada pematangsiantar

Melalui survey ini juga saya dapat melihat lebih luas tentang simalungun. Masih terbuka luas peluang untuk memenangkan pilkada tanpa harus money politik. Banyak celah-celah dapat dilewati untuk menuju kemenangan, namun mesti sabar dan butuh dukungan banyak pihak untuk menyatukan konsep Simalungun Bangkit agar menjadi bahasa masyarakat secara bersama bhawa kita perlu nuansa baru untuk berubah.
Share on Google Plus

About Afdoli ApMsi

Bukan Siapa-siapa, Bisa Jadi Siapa Saja, Untuk Siapa Saja. Simalungun BangKIT (berkemBang dengan Kreatif penuh Inovatif menjadi Terbaik) menuju Indonesia Baru Afdol melalui Cara Indonesia Bangkit dengan Sahabat Indonesia berubah.
Komentar facebook
0 Komentar blog

0 komentar :

Posting Komentar