Hari Pertama bermain di Kantor Bupati Simalungun

Aneh bagi sebagian orang bahwa saya selaku PNS di Kabupaten Simalungun bergerak dalam pencalonan Bupati Simalungun jika diawali dari Kantor Bupati Simalungun. Bahkan ada ungkapan masyarakat di kecamatan saya pernah bertugas, “na lang beretika do si doli ai, dijantung ni simalungun ia langsung bermain.” (terjemaahannya gak beretika si doli yang bermain langsung di antor bupati sebagai jantungnya kabuapten Simalungun). Saya hanya menjawab sederhana,”khan lebih baik terbuka daripada sembunyi-sembunyi dan ini khan bisa jadi sebagai pemberitahuan”.

Memang jika dilihat lebih dalam yang kita bangun adalah konsep konvensi, sedangkan keberadaan saya dalam brosur adalah contoh. Oleh karenanya penawaran untuk maju sebagai calon Bupati Simalungun terbuka bagi siapa saja termasuk Bupati Simalungun Incumbent, Bapak JR Saragih. Jika bagi sebagian orang menganggap para rival sebagai lawan politik dalam pilkada, bagi saya justeru menganggap para rival dalam pilkada adalah kawan kompetisi. Oleh karenanya saya selalu berusaha untuk tidak mengkritik pribadi lepas pribadi namun lebih pada kebijakan secara umum. 

Hal ini juga yang dianggap aneh oleh sebagian orang termasuk para rekan organisasi dan seperjalanan. Saya tidak mengkritik pribadi dan tidak berusaha untuk menjatuhkan seseorang, walaupun anggapan orang saya maju karena dendam tidak diberi jabatan. Saya beranggapan bahwa jika sampai menjatuhkan seseorang atau sampai mau melengserkan itu kurang baik dalam keberlangsungan pemerintahan. Setiap orang mempunyai nilai plus dan minus serta sejarah telah mencatatnya.

Lagian ngapain kita gontok-gontokan untuk maju dalam pencalonan, masyarakat sudah mulai cerdas dalam menentukan pilihannya. Dan dalam agama yang saya anut bahwa semua sudah digariskan dan menjadi Bupati Simalungun sudah ditetapkanNYA. Kalau boleh kutip lagu Ebit G. Ade “ Ku pinjam catatan di langit” tentu dapat menjadi referensi saya berjalan dengan sewajarnya tanpa harus memaksakan diri diluar dari kemampuan diri.

Semoga Kita menjaga sikap sportifitas dalam pilkada, ada etika politik dan adat buadaya yang harus kita jaga. Pilkada hanya sebentar, namun perjalanan hidup kita selama hayat dikandung badan. Tentunya kita ingin menikamti hidup dengan penuh kedamaian. Pemerintah Kabupaten Simalungun juga butuh stabilitas hingga dalam melayani masyarakatnya dengan penuh keadilan untuk membawa masyarakat simalungun maju, mandiri dan sejahtera.
Share on Google Plus

About Afdoli ApMsi

Bukan Siapa-siapa, Bisa Jadi Siapa Saja, Untuk Siapa Saja. Simalungun BangKIT (berkemBang dengan Kreatif penuh Inovatif menjadi Terbaik) menuju Indonesia Baru Afdol melalui Cara Indonesia Bangkit dengan Sahabat Indonesia berubah.
Komentar facebook
0 Komentar blog

0 komentar :

Posting Komentar