Tak Kunjung Pindah Nyatanya Maju Calon Bupati Simalungun

Dak dik duk duer.. mungkin rasa di dada Tatkala hasil perolehan suara telah dapat dipastikan melalui hitung cepat, maka PNS mulai kasak kusuk mencari tempat dan posisi agar tidak salah arah kedepannya. Yang berada posisi menang dengan penuh senyuman membayangkan jabatan yang akan diperoleh. Sedangkan yang pada posisi kalah mencari 101 cara untuk menyelamatkan diri. Inilah yang menyebabkan Gelombang pindah PNS biasa terjadi besar-besaran setelah Hari H pilkada. Pindah antar daerah begitu tinggi sampai-sampai beberapa daerah menutup pintu masuk perpindahan dengan tidak menerima pegawai pindahan, kecuali yang titik titik titik.

Kejadian itu juga yang terjadi di tahun 2010 di Kabupaten Simalungun, arus perpindahan terus mengalir hingga tahun 2011. Mulai dari pegwainya yang langsung mengurus pindah, ada yang masih menunggu mungkin masih ada harapan dalam perubahan kepemimpinan. Ada yang menunggu setelah dicopot jabatannya baru mengurus perpindahan. Bermacam-macam alasan bagai para PNS yang memutuskan pindah tugas ke daerah lain.
Tak Kunjung Pindah Nyatanya Maju Calon Bupati Simalungun afdoli indonesia

Setelah 8 bulan menyanyikan lagu kucoba bertahan mendampingi dirimu. Saya sempat mengurus perpindahan ke Propinsi, namun hal itu urung dilanjutkan dan lebih memilih melanjutkan kuliah S-3 di USU Medan dengan jurusan Perencanaan Wilayah. Teman-teman yang juga pindah menyayangkan kenapa tidak jadi pindah. Apalagi ada beberapa Dinas dengan penawaran yang cukup menggiurkan baik dari segi financial maupun gambaran jabatan yang bakal diperoleh. Namun itu adalah pilihan hidup yang menganggap tidak diberi jabatan sebagai ujian untuk intropeksi diri.

Proses pindah juga tidak selamanya karena diawali niat yang mau pindah. Ada juga yang pindah karena ada ditawari suatu jabatan di daerah lain. Begitu juga setelah membatalkan untuk pindah ke propinsi Sumut, ada beberapa tawaran yang diberikan kepada saya seperti tawaran menjadi Kadis PU Bina Marga di kabupaten ujung timur Sumut. Tanpa harus memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, diberikan waktu 3 hari untuk mengurus perpindahan. Setelah diskusi dengan keluarga hal ini tidak diterima mengingat jarak dan kejadian beberapa waktu lalu yang menimpa abang kelas. Kawan-kawan yang ikut menerima beritanya menyayangkan bahkan memberikan label bodoh karena tidak mau menerima jabatan yang ditawarkan. Namun ternyata ada hikmah dibalik itu sekitar 6 bulan setelah itu pejabat dikabupatn tersebut tertangkap tangan oleh KPK. Begitu juga tawaran jadi camat atau jabatan lainnya didaerah lain seperti semakin membuat tidak tergerak.

Mungkin ini menjadi hikmahnya saya bisa muncul sebagai bakal calon bupati Simalungun. Ini sebuah pengalaman yang sangat berharga dapat bersosialisasi sebagai bakal calon bupati Simalungun. Banyak jumpa sahabat baru, jaringan baru dan bahkan dapat menilai kerasnya kehidupan politik dan kepentingan. Demikian juga pengalaman menuju Mahkamah Konstitusi juga mungkin tidak dapat diraih jika tidak melalui bakal calon bupati Simalungun. Masalah calon dan menang adalah nomor selanjutnya yang penting usaha terus dilakukan secara maksimal. Kalau memang rezeki tidak akan kemana, karena semua jalan hidup sudah digariskanNYA. Bagaimana menurut para sahabat, cocok kam rasa (bahasa gaul di sumatera yang menyatakan persetujuan irang terhadap pendapatnya)..
Share on Google Plus

About Afdoli ApMsi

Bukan Siapa-siapa, Bisa Jadi Siapa Saja, Untuk Siapa Saja. Simalungun BangKIT (berkemBang dengan Kreatif penuh Inovatif menjadi Terbaik) menuju Indonesia Baru Afdol melalui Cara Indonesia Bangkit dengan Sahabat Indonesia berubah.
Komentar facebook
0 Komentar blog

0 komentar :

Posting Komentar