Duka Pengrajin Keranjang Sirpang Sigodang

Terkejut juga ketika kami singgah melihat perkembangan kerajinan keranjang di sirpang Sigodang Kecamatan Panei. Nagori Sigodang yang terkenal dengan kerajinan keranjang bambu berada di jalan besar pematangsiantar menuju Kantor Bupati Simalungun Pematang raya. Sepanjang jalan di nagori terlihat ada kegiatan menganyam keranjang bambu. Deretan keranjang senantiasa menjadi pemandangan geliatnya perekonomian masyarakat ketika berangkat dan pulang ke Kantor Bupati Simalungun. Kabar bahwa keranjang ini dijual tidak hanya ke daerah sekitar seperti tanah karo, padang sidempuan. Penjualan keranjang bahkan hingga propisi lainnya seperti pekan baru, jambi dan lainya. Tentu hal ini menjadi sumber penghidupan bagi warga. Namun apa yang terlihat indah, tidak semanis yang didengar.

apa yang dilihat, belum tentu menggambarkan aslinya.
Beberapa waktu lalu singgah di salah satu pengrajin yang kebetulan, keranjangnya cukup banyak. Maksud hati ingin melihat-lihat untuk pengembangan kerajinan yang lebih menantang seperti kursi, souvenir dan lainnya. Sedang asyik-asyiknya melihat kerajinan ini, tiba-tiba dari dari dengan suara keras bertanya,” ada apa, Pak?” dengan potongan rambut seperti preman dan tatapan mata yang penuh selidik tentu membuat kami terkejut. Namun setelah kami jelaskan maksud silahturahmi yang dilakukan, dan ternyata beliau menyambut dengan baik. Bahkan langsung sang isteri diperintahkan menyiapkan minuman. Maklum kebetulan teman gak puasa, akhirnya dia yang menghabiskan minumannya.. dari perbincangan kami terungkap bahwa beliau baru 3 tahun ini menggeluti usaha kerajinan setelah kembali dari hidup dijalanan dan pasar alias preman.. pantesan, gayanya tadi masih terlihat. Namun setelah dekat ternyata sambutan sangat luar biasa. Dan nama beliau adalah TO. Damanik.

Ternyata Beliau merasa senang dengan kehadiran kami, dan tidak menyangka orang yang berpakaian dinas mau singgah ke kediamannya. Walaupun sehari-harinya para pegawai hilir mudik siantar pematang raya. Rencana pengembangan kerajinan yang kami sampaikan disambut baik. Namun beliau menyampaikan bahwa syukur-syukur 3 tahun lagi kerajinan keranjang bambu ini masih ada di sigodang ini. 

Hal inilah membuat kami terkejut, ternyata geliat ekonomi masyarakat yang kami lihat selama ini keropos. Ternyata yang terlihat tidak memberikan gambaran yang utuh. Beliau menambahkan bahwa saat ini saja sudah banyak warga sirpang sigodang yang pengangguran. Dimana biasanya warga bisa menganyam keranjang 6 hari dalam seminggu. Sekarang paling jago 3 hari dalam seminggu, sehingga hari selebihnya menjadi pengangguran.

Ternyata salah satu penyebab utamanya adalah kelangkaan bahan baku bambu. Bahan baku bambu sudah sulit didapatkan. Kalaupun ada sudah sulit bersaing secara harga karena tidak ekonomis untuk dijadikan keranjang. Dengan emosi dan marah, beliau menjelaskan keadaan yang mulai dari perhatian aparatur hingga keadaan lingkungan yang terjadi. Sampai beliau menjelaskan hampir kadang mau nekat membuat hukum sendiri untuk melindungi pengrajin keranjang di nagori ini. Mungkin sudah berapa sarjana yang dihasilkan dari kerajinan keranjang ini? Entah berapa pegusaha, orang sukses yang hidup dengan diawali dari kerajinan keranjang ini? Namun kenapa tidak ada yang memperhatikan?

Akhirnya kami menjadi diskusi yang panjang, tentang bagaimana harapan dan cara kedepan untuk menyelamatkan pengrajin keranjang di sirpang sigodang kecamatan panei. Dengan harapan tulisan singkat ini dapat sebagai informasi awal bagi kita yang ingin membantu menyelamatkan kerajinan keranjang sirpang sigodang. Demikian juga kiranya instansi terkait juga dapat memberikan perhatiannya. Semoga 3 tahun kedepan kerajinan keranjang sirpang sigodang tinggal kenangan tidak terjadi. Kerajinan keranjang warga dan Ekonomi masyarakat sirpang sigodang harus bangkit kembali.
Share on Google Plus

About Afdoli ApMsi

Bukan Siapa-siapa, Bisa Jadi Siapa Saja, Untuk Siapa Saja. Simalungun BangKIT (berkemBang dengan Kreatif penuh Inovatif menjadi Terbaik) menuju Indonesia Baru Afdol melalui Cara Indonesia Bangkit dengan Sahabat Indonesia berubah.
Komentar facebook
0 Komentar blog

0 komentar :

Posting Komentar